Monday, December 29, 2014

ASPEK JANJI TUHAN (1)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 29 Desember 2014

Baca:  Mazmur 18:31-51

"Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni;"  Mazmur 18:31

Di dalam Alkitab ada banyak sekali janji Tuhan yang ditujukan kepada umat-Nya, artinya setiap anak Tuhan bisa mengalami dan menikmati janji Tuhan setiap hari, bukan hanya di waktu-waktu tertentu, sebab  "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"  (Ratapan 3:22-23).  Adalah rugi besar bila kita sudah mengikut Tuhan Yesus selama bertahun-tahun tetapi tidak mengerti janji-janji Tuhan yang disediakan bagi kita.

     Adapun aspek dari janji Tuhan yang harus kita ketahui adalah:  1.  Janji Tuhan itu adalah janji yang murni.  Pemazmur berkata,  "Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah."  (Mazmur 12:7).  Jika kita memahami bahwa janji Tuhan adalah janji yang pasti, maka kita akan menjalani hari-hari kita dengan penuh ucapan syukur, tidak akan menjadi orang Kristen yang cengeng, mudah kecewa dan berputus asa, apalagi sampai marah dan memberontak kepada Tuhan ketika janji tersebut belum digenapi dalam hidup kita, sebab hidup orang percaya adalah  "...hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat"  (2 Korintus 5:7).  Kita percaya bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya dan pasti menggenapi janji-Nya tepat pada waktunya, tidak pernah terlambat atau pun terlalu cepat, sebab Ia mempunyai waktu yang terbaik.

     Mari belajar dan meneladani Abraham.  "Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,"  (Roma 4:20).  Ketika menerima janji Tuhan perihal keturunan, meski usia Abraham sudah tua dan Sara pun sudah mati haid, ia tidak goyah, malah menguatkan imannya di dalam Tuhan sehingga akhirnya Tuhan pun menggenapi janji-Nya dengan memberikan Ishak.  Seringkali ketika sedang menanti-nantikan janji Tuhan keadaan yang kita alami sepertinya malah semakin buruk dan tidak baik sehingga hal ini mempengaruhi kita:  iman menjadi lemah, kecewa, tidak lagi tekun berdoa dan kian malas beribadah kepada Tuhan.  Adakalanya Tuhan mengijinkan masalah terjadi sebagai bagian dari proses untuk menguji kualitas iman kita, menguji ketekunan, kesetiaan dan kesabaran kita.

Janji Tuhan itu murni, karena itu jangan bimbang!

No comments:

Post a Comment