Wednesday, January 16, 2013

BERADA DI TANAH PERJANJIAN (1)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 16 Januari 2013 -

Baca:  Ulangan 8:1-20

"Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji Tuhan, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu."  Ulangan 8:10

Negeri Perjanjian adalah negeri yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham dan keturunannya.  Negeri Perjanjian itu disebut Tanah Kanaan,  "...suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya,"  (Keluaran 3:8).

     Tanah Perjanjian adalah gambaran tentang kehidupan umat Tuhan yang mengalami penggenapan janji-janji Tuhan.  Namun Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa tidak semua orang dapat memasuki negeri yang dijanjikan Tuhan itu, hanya mereka yang taat kepada firman Tuhan.  Sedangkan terhadap orang-orang yang tidak mau taat,  "...TUHAN telah bersumpah, bahwa Ia tidak akan mengizinkan mereka melihat negeri yang dijanjikan TUHAN dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya."  (Yosua 5:6b).  Namun sebelum memasuki Tanah Perjanjian, bangsa Israel harus melalui perjalanan yang panjang dan proses demi proses:  Mesir, padang gurun, Gilgal, sungai Yordan dan merebut kota Yerikho, di mana masing-masing tempat itu memiliki makna rohani.  Mesir berbicara tentang manusia daging:  kehidupan yang masih diperbudak dan dikuasai oleh keinginan daging.

     Padang gurun adalah proses pembentukan bagi bangsa Israel.  Mereka dilatih untuk hidup berjalan bersama Tuhan dan memiliki ketergantungan penuh kepadaNya;  suatu masa di mana bangsa Israel diuji kemurnian hatinya.  Dalam proses ini mereka tidak pernah berhenti untuk mengeluh, mengomel, bersungut-sungut dan selalu menyalahkan Tuhan, padahal selama di padang gurun itulah hari-hari bangsa Israel dipenuhi dengan mujizat.  Tuhan menyatakan diriNya seperti Bapa yang begitu mengasihi dan memperhatikan anak-anakNya dengan kasih setia.

     Gilgal:  tempat di mana bangsa Israel menyunatkan anak-anak mereka yang belum disunat selama berada di padang gurun  (baca  Yosua 5:5).  Setelah mereka selesai disunat, berfirmanlah Tuhan,  "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu. Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang."  (Yosua 5:9).  Ini berbicara tentang ditanggalkannya manusia daging, yaitu manusia lama.  (Bersambung)

No comments:

Post a Comment