Friday, July 13, 2012

TUHAN: Sumber Kemenangan Kita! (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 13 Juli 2012 -

Baca:  1 Samuel 17:40-58

"Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu."  1 Samuel 17:45

Goliat memiliki perawakan seperti raksasa:  "Tingginya enam hasta sejengkal.  Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga.  Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga.  Gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun, dan mata tombaknya itu enam ratus syikal besi beratnya."  (1 Samuel 17:4b-7a).  Melihat Goliat lengkap dengan perlengkapan perangnya, wajar jika Saul menyuruh Daud mengenakan baju perang layaknya prajurit siap berperang.  Tapi usulan itu ditolak Daud,  "'Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.' Kemudian ia menanggalkannya."  (1 Samuel 17:39b).  Akhirnya hanya berbekal tongkat di tangan, lima batu licin dan umban, Daud dengan penuh keberanian maju berperang.

     Mengapa Daud begitu yakin?  Tindakan Daud ini bukanlah tindakan nekat atau untung-untungan, tapi ini adalah tindakan iman karena ia percaya bahwa ada Tuhan yang menyertainya.  Jika kita mengandalkan Tuhan dan mempercayai Dia sebagai pihak yang memberikan kemenangan, kuasaNya akan bekerja melampaui logika manusia sehingga kemenangan pun menjadi milik kita, karena  "...Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing."  (1 Samuel 17:47a).  Tuhan memiliki 1001 cara untuk menolong kita, dan caraNya itu selalu heran dan ajaib.  Ada tertulis,  "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."  (1 Korintus 2:9).

     Goliat merupakan gambaran dari masalah dan ujian yang seringkali kita hadapi.  Besarnya masalah yang kita alami laksana  'Goliat'  yang rasa-rasanya tidak mungkin kita kalahkan.  Belum lagi kata-kata negatif yang selalu dibisikkan Iblis ke telinga kita semakin membuat kita pesimis, kuatir, takut dan akhirnya putus asa...

Kita pun menjadi lupa bahwa kita memiliki Tuhan yang Mahadahsyat dan tak terbatas kuasaNya.


No comments:

Post a Comment