Wednesday, July 4, 2012

PERSEPULUHAN: Janji Tuhan Digenapi!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 4 Juli 2012 -

Baca:  Ulangan 14:22-29

"Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun."  Ulangan 14:22

Persepuluhan adalah milik Tuhan dan harus kita kembalikan kepada Tuhan seperti yang dilakukan Yakub:  "Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."  (Kejadian 28:22).  Sesungguhnya Tuhan itu tidak hanya berhak atas sepersepuluh saja dari uang kita, tapi Dia berhak atas semua yang kita miliki, termasuk hidup kita.  Mari kita taat mengembalikan persepuluhan kepada Tuhan karena itu memang milik Tuhan.  Tuhan berjanji bahwa Dia akan memberikan berkat yang istimewa bagi anak-anakNya yang taat mengembalikan persepuluhan.  Perihal persepuluhan ini Tuhan benar-benar menantang umatNya untuk menguji janjiNya tersebut.

     Alkitab menyatakan bahwa ada janji Tuhan bagi umat yang taat mengembalikan persepuluhan:  1.  Tuhan akan membukakan tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat yang berkelimpahan.  Kita tahu bahwa langit adalah sesuatu yang sangat luas dan kita pun tak bisa mengukurnya.  Inilah gambaran betapa Tuhan akan memberkati kita.  Renungkan:  jika sampai saat ini kita belum mengalami dan merasakan berkat seperti yang Ia janjikan, mungkin disebabkan karena kita tidak taat mengembalikan persepuluhan yang adalah milik Tuhan.  2.  Tuhan akan menghardik belalang pelahap.  Belalang pelahap bisa diartikan segala hal yang menyebabkan keuangan kita bocor atau kerugian oleh karena hal-hal yang tidak seharusnya terjadi, di mana keuangan kita jadi amburadul dan akhirnya kita malah berutang kepada pihak lain.  Akibatnya kita sama sekali tidak merasakan hidup yang berkecukupan, selalu kurang dan kurang.

     Peersepuluhan adalah syarat minimum dari persembahan yang kita berikan kepada Tuhan.  Dengan kata lain, jumlah pemberian kita untuk Tuhan minimal sebesar sepuluh persen.  Bila persepuluhan ini tidak kita lakukan, kita akan menuai akibatnya/konsekuensinya.

Seseorang yang mencintai Tuhan tidak akan hanya mengembalikan persepuluhan, ia pun pasti tidak akan segan memberikan apa saja kepada Tuhan bukan karena terpaksa, tapi karena kasihNya kepada Tuhan!

2 comments:

  1. maaf, saya ingin berkomentar, berdasar dari apa yang saya baca di atas, bacaan ini terlalu menekankan pada konsekuensi , dan hal-hal terkait makna malah menjadi terabaikan. tidak memberi persepuluhan memang adalah suatu kesalahan, tetapi hal-hal yang mungkin dipandang negatif dalam hidup kita, bukan cuma karena masalah persepuluhan,ingat, Tuhan tidak menjanjikan malapetaka (perhatikan poin 1 dan 2 bacaan diatas) . em, mungkin saya bisa menangkap poin yang sebenarnya dimaksud, tapi mungkin juga penggunaan tata kata bisa diperbaiki.. terima kasih , Tuhan memberkati

    ReplyDelete
  2. Memberikan persepuluhan hendaknya bukan karna sugesti bahwa kita akan jauh dari berkat Tuhan jika tidak melakukannya dan kita akan mendapat ganjaran yaitu hidup kita menjadi sengsara. itu sama saja dengan hitung hitungan sama Tuhan.lakukanlah dengan sukarela tanpa memikirkan apa yg akan kita dapat sebagai balasan dari Tuhan.Just my 5 cent..Gbu all

    ReplyDelete