Tuesday, February 21, 2012

AMBISI YANG SALAH

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 21 Februari 2012 - 

Baca:  Matius 23:1-12

"...barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."  Matius 23:12

Setiap manusia boleh saja memiliki ambisi, dan memang harus memiliki ambisi dalam hidupnya.  Memiliki ambisi akan menjadi suatu dorongan atau memacu seseorang untuk mengerjakan sesuatu dengan hasil yang lebih baik.  Jika seseorang tidak memiliki ambisi ia tidak memiliki gairah dalam mengisi kehidupannya.

     Pada dasarnya memiliki ambisi itu bagus selama masih bisa dikendalikan dengan baik.  Jika tidak, ambisi tersebut akan menghasilkan sikap ambisius.  Ambisi yang positif mendorong seseorang untuk menghasilkan karya yang lebih baik dan meraih prestasi lebih baik dari sebelumnya.  Sebaliknya, ambisi yang negatif adalah ambisi yang tidak sebanding dengan potensi yang dimilikinya sehingga seseorang akan menempuh segala cara untuk mewujudkan ambisinya itu.  Di balik ambisi yang negatif, seseorang tak mau kalah dengan orang lain, ingin memperoleh popularitas, ingin memperoleh pujian dari dunia, ingin memperoleh kedudukan yang tinggi dengan kekuatan sendiri dan sebagainya.  Kalau ambisi sudah melampaui kehendak Tuhan dan sudah keluar dari jalur firman Tuhan, ambisi ini tidak benar dan akan mendatangkan kehancuran.  Tuhan mengatakan,  "Masakan engkau mencari hal-hal yang besar bagimu sendiri?"  (Yeremia 45:5a).

     Tuhan tidak senang terhadap orang-orang yang memiliki ambisi untuk mencari hal-hal yang besar bagi dirinya sendiri hal ini akan mendatangkan dosa, karena orang yang mencari hal-hal bagi dirinya senidiri tentu tak mau disaingi oleh orang lain sehingga timbullah iri hati, kebencian dan fitnah.  Pula tidak menutup kemungkina bahwa dia ingin menjatuhkan lawannya dengan berbagai usaha yang konkrit maupun secara tidak langsung.  Maka kita harus dapat membedakan antara ambisi dan kehendak Tuhan.  Kehendak dan rencana Tuhan dalam setiap hidup orang percaya akan terjadi tanpa suatu ambisi.  Kalau Tuhan merencanakan tak seorang pun dapat menggagalkannya.  Namun jika Tuhan meredahkan kita, siapa pula sanggup menghalagi Dia?  Begitu juga jika Tuhan yang mengangkat kita, siapa gerangan yang mampu menahan kehendakNya atas kita?

Kedudukan tinggi, popularitas atau keimpahan tak peru dikejar dengan ambisi!  Asal kita hidup seturut kehendak Tuhan, berkatNya tersedia untuk kita!

No comments:

Post a Comment