Sunday, January 22, 2012

YESUS DATANG UNTUK ORANG BERDOSA!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 22 Januari 2012 - 

Baca:  Matius 9:9-13

"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit."  Matius 9:12

Rumah sakit dan puskesmas adalah tempat di mana orang yang menderita sakit mendapatkan pengobatan supaya ia sembuh.  Banyak orang menolak untuk memeriksakan dirinya kepada dokter karena mereka menganggap dirinya masih cukup sehat.  Tetapi sekali penyakitnya ketahuan, penyakit itu sudah sangat parah dan gawat sehingga terlambat untuk diobati.

     Demikian pula dengan keselamatan;  tidak sedikit orang menolak untuk datang kepada Tuhan Yesus karena mereka menganggap bahwa dirinya sudah cukup baik, tak ada kekurangan atau melakukan perbuatan dosa sedikit pun.  Golongan yang menganggap dirinya lebih baik dari pada orang lain adalah orang-orang Farisi.  Mereka  (orang-orang Farisi)  beranggapan bahwa orang berdosa itu tak mungkin akan menjadi baik dan bertobat.  Ketika melihat Yesus makan bersama-sama dengan para pemungut cukai dan orang berdosa, orang Farisi menunjukkan ketidaksenangannya dengan berkata,  "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdsoa?"  (Matius 9:11).

     Adalah mudah bagi kita untuk melihat kelemahan, kekuarangan dan juga dosa yang diperbuat oleh orang lain.  Kita dengan gampanganya melontarkan kritikan atau menghakimi mereka dan menganggap diri kita ini lebih benar dari mereka.  Tuhan Yesus berkata,  "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi.  Dan janganah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum;...  Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?"  (Lukas 6:37, 41).  Tuhan Yesus juga menegaskan bahwa Ia datang  "...bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."  (Matius 9:13).

     Jadi, Tuhan Yesus datang ke dunia untuk mencari orang-orang berdosa dan bukan mencari orang-orang yang mengaku dirinya sudah benar.  Orang-orang yang merasa dirinya benar sangatlah sulit untuk bertobat.  Bukankah masih ada anak-anak Tuhan dan bahkan para pelayan Tuhan yang merasa dirinya lebih baik dan lebih benar dari orang lain, sehingga dalam hidupnya selalu mencela dan meghakimi orang lain?

Jangan sekali pun menghakimi orang lain, apalagi merasa diri kita benar.  Sebaliknya kita harus merangkul orang lain yang belum diselamatkan dan membawanya kepada Tuhan Yesus.

No comments:

Post a Comment