Thursday, January 26, 2012

MEMBERI PERSEMBAHAN DENGAN SUKARELA

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 26 Januari 2012 - 

Baca: Keluaran 35:4-29

"Semua laki-laki dan perempuan, yang terdorong hatinya akan membawa sesuatu untuk segala pekerjaan yang diperintahkan Tuhan dengan perantaraan Musa untuk dilakukan - mereka itu, yakni orang Israel, membawanya sebagai pemberian sukarela bagi Tuhan."  Keluaran 35:29

Melalui Musa Tuhan memberitahukan hal-hal yang harus dilakukan oleh jemaat, di antaranya ialah persembahan sukarela yang keluar dari hati yang tergerak, bukan karena terpaksa atau dengan sedih hati.  Dari pembacaan firman Tuhan hari ini kita mengetahui bahwa setiap orang mempersembahkan barang-barang yang dimilikinya seperti:  "...setiap orang yang terdorong hatinya harus membawanya sebagai persembahan khusus kepada Tuhan:  emas, perak, tembaga, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kamabing;  penaga, minyak untuk penerangan, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian, permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada."  (Keluaran 35:5b-9).  Alkitab tidak menyebutkan bahwa mereka membawa persembahan kepada Tuhan dengan suatu motivasi tertentu atau ada  'udang di balik batu'.

     Tidak sedikit orang yang memberi persembahan untuk pekerjaan Tuhan  (menolong orang yang sedang dalam kesusahan, membantu korban bencana, menjadi donatur untuk yayasan-yayasan sosial dan sebagainya)  oleh karena mereka memiiki motivasi-motivasi tertentu, tidak tulus ikhlas:  supaya terkenal, beroleh pujian dan decak kagum dari orang yang melihatnya dan lain-lain.  Tuhan tidak menghendaki persembahan yang demikian.  Jadi,  "...jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu."  (Matius 6:3).

     Tuhan mau apa pun yang kita persembahkan, baik itu untuk pekerjaan Tuhan atau menolong orang lain, kita memberikannya dengan hati yang tulus murni.  Akitab menyatakan,  "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.  Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."  (2 Korintus 9:7-8).

Memberi dengan sukarela dan tulus hati menyenangkan hati Tuhan!

No comments:

Post a Comment