Tuesday, November 15, 2011

NUH: Kualitas Hidup Berbeda Dari Dunia (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 15 November 2011 -

Baca:  Kejadian 7:1-24

"Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini."  Kejadian 7:1

Hidup Nuh berbeda dari orang-orang sezamannya.  Di saat orang-orang hidup dalam kejahatan dan melanggar firman Tuhan, ia berani melawan arus dan tetap hidup dalam kebenaran sekalipun lingkungan dan juga orang-orang di sekitarnya sangat tidak mendukung.  Kita pun dituntut untuk berani melawan arus dunia ini yaitu hidup berbeda dari orang-orang dunia meski ada harga yang harus di bayar.  Mungkin kita akan dicemooh, dipandang sebelah mata, dibenci atau bahkan akan dikucilkan.

     Apa kuncinya sehingga Nuh tetap kuat dan mampu bertahan di tengah dunia yang rusak?  Alkitab menyatakan,  "...Nuh itu hidup bergaul dengan Allah."  (Kejadian 6:9b).  Di tengah tekanan yang ada, Nuh memiliki hubungan yang karib dengan Tuhan.  Pemazmur menulis:  "Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."  (Mazmur 25:14).  Juga dikatakan,  "Kepada orang yang karib kepada-Ku Kunyatakan kekudusan-Ku, dan di muka seluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaan-Ku..."  (Imamat 10:3).  Tanda orang yang karib dengan Tuhan adalah selalu melibatkan Tuhan dan selalu melibatkan Tuhan dalam apa pun juga yang ia lakukan.  Karena itu Tuhan pun memberitahukan rahasianya kepada Nuh.

     Milikilah pola hidup bergaul dengan Tuhan dan libatkanlah Tuhan dalam segala sesuatu yang akan kita lakukan.  Nuh adalah orang yang taat kepada perintah Tuhan.  Ia melakukan perintah Tuhan sekalipun secara manusia tidak masuk akal.  Sudah pasti orang-orang di sekitarnya mentertawakan dan mengganggap Nuh sudah gila karena di tengah kekeringan yang ada, tidak ada hujan atau badai, Nuh malah membuat bahtera dengan ukuran yang sangat besar.  Apa pun yang terjadi,  "...Nuh melakukan semuanya itu;  tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya"  (Kejadian 6:22).  Bahkan  menurut sebuah tafsiran, waktu yang diperlukan Nuh untuk membuat bahtera yang sangat besar itu adalah selama 120 tahun!  Bisa dibayangkan betapa berat perjuangan Nuh untuk membuat bahtera;  adalah mustahil bahtera dapat terselesaikan bila Nuh tidak tekun dan setia mengerjakannya!

Karena kesetiaannya kepada Tuhan, Nuh dan keluarganya selamat!

No comments:

Post a Comment