Wednesday, August 17, 2011

MERDEKA BANGSAKU, MENANGIS NEGERIKU!

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 17 Agustus 2011 -

Baca:  Galatia 5:1-15 

"Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa,..."  Galatia 5:13b

Hari ini seluruh rakyat Indonesia bersukacita merayakan kemerdekaan yang ke-66.  Gegap gempita bergema dipelosok negeri.  Beragam kegiatan digelar, mulai dari upacara bendera, berkumandangnya lagu Indonesia Raya, pembacaan naskah proklamasi, tabur bunga di makam pahlawan, hingga diadakannya berbagai jenis perlombaan tradisional:  karnaval, makan kerupuk, panjat pinang, lomba kelereng, balap karung, bola kasti dan lain-lain.  Kita patut merayakan kemerdekaan ini sebagai perwujudan rasa syukur kita kepada Tuhan, karena dengan pertolonganNya bangsa kita meraih kemerdekaan dan terbebas dari belenggu penjajahan bangsa lain.  Rasa terima kasih tak terhingga juga patut kita haturkan kepada para pahlawan bangsa, di mana mereka rela mengorbankan jiwa dan raganya demi membela bangsa dan negara.  Ini merupakan hasil dari sebuah perjuangan terus menerus tak kenal lelah dari para pejuang kita melawan para penjajah di negeri ini.

     Dan kini sebagai generasi penerus bangsa, tugas kita adalah mengisi kemerdekaan itu dengan prestasi.  Tapi sayang, kini kemerdekaan RI ternodai oleh ulah para anak bangsa sendiri yang tidak menghargai perjuangan para pahlawan bangsa.  Mereka justru "...mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa,..."  Siapa itu?  Para koruptor yang tidak lain adalah orang-orang yang dipercaya oleh rakyat, yang justru mengatasnamakan kepentingan rakyat, menimbun kekayaan untuk diri sendiri dan juga golongan.  Para pejuang dahulu berharap bahwa dengan kemerdekaan, bangsa Indonesia memiliki kesempatan besar untuk membangun bangsa demi kesejahteraan seluruh rakyat.  Namun tak bisa dipungkiri bahwa sampai saat ini pembangunan yang ada belum juga mampu mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.  Masih banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan.  Begitu juga dalam hal pendidikan, daerah-daerah terpencil terabaikan.

     Di mana hati nurani para pemimpin negeri ini?  Bersyukur, bangsa Indonesia masih bisa berbangga oleh kiprah para atlit yang berprestasi di berbagai cabang olahraga, para pelajar yang sukses menjuarai olympiade science.  Di tengah keterpurukan negeri ini mereka masih menunjukkan prestasi dan membawa harum nama bangsa di mata dunia!

Dirgahayu bangsaku!  Merdeka!  Merdeka!

No comments:

Post a Comment