Tuesday, May 18, 2010

MERENDAHKAN DIRI DI HADAPAN TUHAN

- Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 18 Mei 2010 -

Baca: Ezra 8:21-36

“Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami dan memohon kepadaNya jalan yang aman bagi kami, bagi anak2anak kami dan segala harta benda kami.” Ezra 8:21

Puasa sering dilakukan banyak orang Kristen, terutama ketika berada dalam kesesakan dan masalah yang berat. Tetapi tidak sedikit orang yang kurang mengerti arti puasa yang sesungguhnya. Bahkan ada orang yang berpuasa, tidak makan dan minum, karena ingin menguruskan badan atau diet.

Tujuan berpuasa sesungguhnya adalah untuk perkara-perkara rohani, terutama sekali adalah untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan. FirmanNya berkata, “Karena itu, rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikanNya pada waktunya.” (1 Petrus 5:6). Salah satu contoh puasa untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan adalah seperti firman yang kita baca hari ini, ketika Ezra hendak mempersiapkan diri memimpin rombongan orang Israel kembali ke Yerusalem setelah ditawan Babilon. Mereka harus menempuh perjalanan yang sangat jauh dan tidak mudah, banyak sekali bahaya yang menghadang dan juga serangan musuh. Mereka sangat membutuhkan pertolongan. Ezra diperhadapkan pada dua pilihan yaitu meminta pertolongan manusia atau mempercayakan diri pada kuasa Tuhan sepenuhnya. Ezra memilih berlindung dan mencari pertolongan kepada Tuhan saja. Lalu ia memaklumkan puasa kepada orang-orang Israel dan agar merendahkan diri di hadapan Tuhan, katanya, “...aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: ‘Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murkaNya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia.’ Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami,” (Ezra 8:22-23).

Ezra tidak bertindak dengan akalnya sendiri atau bersandar pada kekuatan manusia/raja, tapi lebih mengandalkan Tuhan. Berarti ia merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengakui bahwa Tuhanlah yang lebih tahu akan apa yang ia perlukan.

Puasa yang didasari kerendahan hati pasti memperoleh jawaban dari Tuhan!

No comments:

Post a Comment