Wednesday, June 28, 2017

KERINDUAN DAUD: Seperti Rusa Rindu Air

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 Juni 2017

Baca:  Mazmur 42:1-12

"Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah."  Mazmur 42:2

Rusa adalah salah satu jenis binatang yang dilindungi dan mudah dijumpai di kebun binatang mana pun.  Rusa  (bahasa Ibrani yahmur, dan bahasa Yunani dorkas)  merupakan satwa lincah dan berperangai tenang.  Selain itu rusa adalah binatang yang sangat unik, karena kawanan rusa sangat betah merumput selama berjam-jam di lembah-lembah yang subur, dan setelah itu mereka akan mencari sumber mata air alami.  Karena itu satwa bertanduk ini mudah ditemukan di tepi tepian sungai, danau atau oasis.  Bisa dikatakan bahwa hidup binatang ini sangat bergantung pada air.  Kawasan rusa seringkali menjadi obyek perburuan favorit binatang buas seperti harimau, singa atau pemangsa lain.  Ketika diserang oleh binatang buas biasanya rusa-rusa akan lari dan menceburkan diri ke sungai sehingga para pemangsa tidak dapat mencium lagi baunya.

     Seperti rusa yang sangat membutuhkan dan merindukan sungai yang berair, demikian pula kerinduan Daud kepada Tuhan.  Artinya hal yang paling Daud butuhkan dan inginkan dalam hidup ini adalah Tuhan.  Bagi Daud Tuhan adalah satu-satunya Pribadi yang dapat memuaskan rasa haus dan lapar jiwanya;  satu-satunya sumber kekuatan dan perlindungan.  Siapakah yang paling Saudara butuhkan dan inginkan dalam hidup ini?  Manusia?  Alkitab dengan keras menyatakan:  "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!"  (Yeremia 17:5).  Berharap dan mengandalkan manusia adalah sia-sia belaka,  "Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?"  (Yesaya 2:22).

     Daud adalah sosok teladan dalam hal kerinduan dan kecintaannya kepada Tuhan.  Betapa Daud sangat merindukan Tuhan, dan bahkan kerinduannya melebihi apa pun yang ada di dunia ini.  "Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik."  (Mazmur 84:11).  Berada dalam hadirat Tuhan adalah segala-galanya bagi Daud, karena itu ia dikenal orang yang sangat karib dengan Tuhan.

Bergaul karib dengan Tuhan adalah bukti kerinduan besar orang kepada Tuhan!

Tuesday, June 27, 2017

GILGAL: Mata Tertuju Kepada Tuhan (2)

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 Juni 2017

Baca:  Yosua 5:1-12

"Sebab, semua orang yang keluar dari Mesir itu telah bersunat, tetapi semua orang yang lahir di padang gurun dalam perjalanan sejak keluar dari Mesir, belum disunat."  Yosua 5:5

Fakta penting lain berkenaan Gilgal adalah: 3.  Di tempat ini orang-orang Israel disunat.  Tuhan memberikan perintah kepada Yosua:  "Buatlah pisau dari batu dan sunatlah lagi orang Israel itu, untuk kedua kalinya."  (ayat 2), dan  "Setelah seluruh bangsa itu selesai disunat, maka tinggallah mereka di tempatnya masing-masing di perkemahan itu, sampai mereka sembuh."  (ayat 8).  Sunat di Gilgal adalah tanda penghapusan cela Mesir  (ayat 9).  Alkitab menyatakan bahwa sunat adalah tanda perjanjian yang dilakukan Abraham dan keturunannya laki-laki  (baca  Kejadian 17:10-14).

     Apa makna sunat bagi orang percaya?  Sunat secara rohani adalah tanda pertobatan, yaitu tindakan memotong atau membuang segala kehidupan lama yang melekat dalam diri orang percaya, lalu berjalan dalam sebuah kehidupan baru bersama Kristus.  "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."  (2 Korintus 5:17).  Rasul Paulus menegaskan,  "Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,"  (Kolose 2:11).  Setiap orang percaya yang telah meninggalkan kehidupannya yang lama adalah orang-orang yang  'bersunat', yang akan menikmati segala berkat dari perjanjian Bapa bagi Abraham.  Karena itu bersunat atau tidak bersunat secara lahiriah tidaklah penting, yang penting ialah menaati hukum-hukum Tuhan  (baca  1 Korintus 7:19).

     4.  Di Gilgal orang-orang Israel mendapatkan pembagian Tanah Perjanjian  (baca  Yosua 14).  Salah satunya adalah Kaleb.  "...Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya...  karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati."  (Yosua 14:13-14).  Setiap orang yang percaya Kristus adalah orang-orang yang berhak menerima janji-janji-Nya, dan di dalam Dia-lah kita mendapatkan segala berkat rohani dalam sorga  (baca  Efesus 1:3).

Selama umat Israel hidup menurut aturan Tuhan dan mata hanya tertuju kepada-Nya, kemenangan menjadi milik mereka!